Dunia fisika teoretis dan eksperimental berduka atas meninggalnya Hans Georg Dehmelt, seorang fisikawan kelahiran Jerman-Amerika yang inovasi perintisnya dalam menjebak dan mengisolasi partikel subatomik tunggal merevolusi pengukuran presisi di tingkat kuantum. Dehmelt, profesor emeritus di University of Washington dan peraih Hadiah Nobel dalam bidang Fisika tahun 1989, meninggal dunia pada tanggal 7 Maret 2017, di Seattle pada usia 94 tahun setelah sakit yang berkepanjangan.
Karya terobosan Dr. Dehmelt, yang membuatnya berbagi setengah dari Hadiah Nobel dengan fisikawan Jerman Wolfgang Paul (separuh lainnya diberikan kepada Norman Foster Ramsey), berfokus pada pengembangan “perangkap ion” – sebuah konfigurasi medan listrik dan magnet yang berfungsi sebagai “kandang” tak terlihat untuk partikel bermuatan seperti ion dan elektron. Metode ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari partikel-partikel ini secara terisolasi, bebas dari interaksi lingkungan yang akan mengganggu pengukuran yang akurat.
Sang Visioner di Balik “Geonium Atom”
Kontribusi utama Dehmelt yang paling terkenal adalah keberhasilannya mengisolasi satu elektron tunggal pada tahun 1973. Prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuka jalan bagi pengukuran sifat-sifat fundamental elektron dengan presisi yang luar biasa, mencapai akurasi empat bagian dalam satu triliun pada saat itu.
Untuk mencapai hal ini, Dehmelt mengembangkan perangkat yang dikenal sebagai perangkap Penning, yang dapat menahan elektron dan ion dalam ruang kecil untuk waktu yang lama. Di dalam perangkap ini, ia pada dasarnya menciptakan “atom buatan” makroskopis yang ia beri nama “geonium atom”, yang terdiri dari satu elektron yang terperangkap secara permanen dalam ruang hampa ultra-tinggi. Melalui studi tentang geonium atom inilah Dehmelt dan rekan-rekan penelitinya, termasuk Robert Van Dyck Jr. dan Paul Schwinberg, dapat mengukur momen magnetik elektron (dan anti-partikelnya, positron) dengan akurasi yang tak tertandingi.
Pengukuran yang sangat presisi ini berfungsi sebagai ujian penting bagi elektrodinamika kuantum, salah satu teori fisika yang paling sukses.
Perjalanan Hidup dan Karier
Lahir di Görlitz, Jerman, pada tahun 1922, perjalanan Dehmelt menuju keunggulan ilmiah sangatlah luar biasa. Ia adalah veteran Angkatan Darat Jerman yang bertugas selama Perang Dunia II, termasuk dalam Pertempuran Stalingrad dan Battle of the Bulge, dan sempat menjadi tawanan perang. Setelah perang, ia beralih ke studi fisika di Jerman sebelum akhirnya pindah ke Amerika Serikat.
Dehmelt bergabung dengan Departemen Fisika di University of Washington pada tahun 1955 dan menghabiskan sebagian besar kariernya di sana, membimbing banyak mahasiswa pascasarjana dan memelopori penelitian yang mengubah cara para fisikawan memandang dan mengukur partikel subatomik. Pada tahun 1979, timnya berhasil mengambil foto pertama dari satu atom tunggal yang terlihat sebagai bintang biru-putih kecil, sebuah demonstrasi visual yang menakjubkan dari kemampuan tekniknya.
Selain Hadiah Nobel, Dr. Dehmelt juga dianugerahi National Medal of Science pada tahun 1995 sebagai pengakuan atas kontribusinya yang mendalam.
Warisan Keilmuan
Dampak karya Hans Dehmelt jauh melampaui laboratoriumnya. Teknik perangkap ion yang ia kembangkan kini menjadi alat standar dalam berbagai bidang fisika, termasuk dalam pengembangan standar frekuensi atom yang sangat akurat (jam atom) dan spektroskopi presisi ultra-tinggi. Kemampuannya untuk “membuat dunia yang tak terlihat menjadi terlihat” dengan menjebak dan mempelajari partikel tunggal telah membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang hukum-hukum fundamental alam semesta.
Dehmelt, yang pensiun pada tahun 2002, dikenang tidak hanya karena kecemerlangan ilmiahnya tetapi juga karena semangat dan antusiasmenya. Ketika menerima telepon yang mengabarkan Hadiah Nobelnya pada tahun 1989, ia dilaporkan sangat gembira dan mengatakan kepada The Seattle Times, “Saya gembira. Saya ingin menari.”
Ia meninggalkan warisan berupa pengukuran yang paling presisi dalam sejarah sains dan sebuah metodologi yang terus digunakan oleh para peneliti di seluruh dunia. Hans Dehmelt dimakamkan di Seattle, di mana ia telah memberikan kontribusi abadi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.