Menjaga Keselamatan dan Efisiensi
Eskalator adalah salah satu penemuan teknik sipil yang paling efisien, dirancang untuk memindahkan sejumlah besar orang secara vertikal dalam ruang yang relatif kecil, seperti di stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, dan bandara. Namun, di banyak tempat di seluruh dunia, ada kebiasaan tak tertulis: berdiri di satu sisi (biasanya kanan di sebagian besar negara) dan membiarkan sisi lain digunakan untuk berjalan atau berlari bagi mereka yang terburu-buru.
Meskipun kebiasaan “berjalan di eskalator” ini mungkin terasa efisien secara pribadi, kebiasaan ini sebenarnya menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan dan, yang lebih mengejutkan bagi banyak orang, dapat mengurangi efisiensi keseluruhan sistem eskalator. Semakin banyak otoritas transportasi dan keselamatan merekomendasikan agar semua pengguna berdiri diam saat menggunakan fasilitas ini.
Risiko Keselamatan yang Signifikan
Alasan paling mendesak untuk tidak berjalan atau berlari di eskalator berkaitan dengan keselamatan fisik. Eskalator, pada dasarnya, adalah mesin yang bergerak dengan kecepatan konstan, dengan bagian-bagian yang bergerak saling mengunci dengan presisi tinggi.
1. Risiko Terjatuh:
Permukaan yang bergerak, ditambah dengan fakta bahwa orang sering membawa tas berat, barang belanjaan, atau kopi panas, menciptakan kondisi yang ideal untuk kecelakaan. Berjalan atau berlari meningkatkan risiko kehilangan pijakan, tersandung, atau terpeleset. Jika satu orang terjatuh, hal itu dapat memicu efek domino, menyebabkan beberapa orang di belakangnya ikut tersandung, terutama di jam-jam sibuk.
2. Bahaya Mekanis:
Ada risiko yang melekat dalam desain eskalator. Celah antara anak tangga yang bergerak dan dinding samping (disebut rok eskalator) atau antara anak tangga yang berdekatan dapat menjepit pakaian, sepatu, atau jari. Gerakan berjalan meningkatkan kemungkinan anggota tubuh atau pakaian bersentuhan dengan area berbahaya ini secara tidak sengaja.
3. Kurangnya Tumpuan yang Stabil:
Ketika eskalator berhenti mendadak—baik karena pengereman darurat atau pemadaman listrik—orang yang sedang bergerak atau tidak berpegangan pada pegangan tangan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terlempar ke depan atau terjatuh. Berpegangan pada pegangan tangan adalah tindakan keselamatan paling mendasar, sesuatu yang sering diabaikan oleh orang yang sedang berjalan cepat.
Efisiensi Palsu: Mitos “Jalur Cepat”
Banyak yang berargumen bahwa mengizinkan orang berjalan di satu sisi meningkatkan “throughput” atau jumlah orang yang dapat menggunakan eskalator per jam. Namun, penelitian ilmiah dan uji coba di dunia nyata menunjukkan hasil yang sebaliknya.
Penelitian terkenal di stasiun kereta api sibuk seperti Holborn di London Underground telah menunjukkan bahwa meminta semua orang untuk berdiri diam di kedua sisi sebenarnya memindahkan lebih banyak orang secara total.
Mengapa demikian?
Ketika orang berdiri di satu sisi dan berjalan di sisi lain, terjadi ketidakseimbangan kapasitas. Sisi yang berdiri menjadi padat, menciptakan antrean panjang di bagian bawah eskalator karena orang harus menunggu giliran di “jalur berdiri”. Sementara itu, sisi yang berjalan seringkali hanya memiliki satu atau dua orang yang naik pada waktu tertentu.
Ketika semua orang diminta untuk berdiri di kedua sisi, orang-orang dapat mengisi setiap anak tangga secara merata di seluruh lebar eskalator. Ini menghilangkan penumpukan antrean di bagian bawah dan memastikan aliran penumpang yang lebih konsisten dan padat. Eksperimen di Holborn menunjukkan peningkatan throughput yang signifikan pada jam sibuk ketika kebijakan “hanya berdiri” diterapkan. Efisiensi kolektif mengungguli efisiensi individu.
Norma Sosial vs. Aturan Resmi
Meskipun banyak orang mungkin menganggap berjalan di eskalator sebagai norma sosial yang mendarah daging, sikap otoritas transportasi mulai berubah. Tanda-tanda “berdiri di kanan” secara bertahap digantikan oleh tanda-tanda yang meminta semua orang untuk berdiri di kedua sisi dan berpegangan tangan.
Perubahan ini membutuhkan penyesuaian budaya. Orang yang terburu-buru merasa frustrasi jika “jalur cepat” mereka diblokir, tetapi keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Eskalator bukanlah tangga; mereka adalah mesin pengangkut massal.
Kesimpulannya, meskipun mungkin menggoda untuk berjalan cepat melewati kerumunan di eskalator, tindakan tersebut meningkatkan risiko cedera serius bagi diri sendiri dan orang lain, dan ironisnya, membuat sistem secara keseluruhan kurang efisien. Lain kali Anda menemukan diri Anda di eskalator, berdirilah tegak, pegang pegangan tangan, dan nikmati perjalanan singkat yang aman.