Skip to content

Para Ilmuwan Khawatirkan Kesenjangan Data Iklim

Satelit

Komunitas ilmiah global saat ini berada dalam kondisi siaga tinggi, dipicu oleh kekhawatiran serius mengenai potensi kesenjangan data iklim yang penting. Kekhawatiran ini berakar dari proposal anggaran dan kebijakan yang diajukan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, yang secara konsisten menargetkan program-program observasi Bumi di bawah naungan NASA dan NOAA. Para ilmuwan khawatir bahwa pemutusan misi satelit yang sedang berjalan dan pembatalan proyek masa depan akan mengancam aliran data penting yang menjadi tulang punggung pemahaman kita tentang perubahan iklim dan bahkan prakiraan cuaca harian.

Ancaman Terhadap Mata di Langit

Inti dari kekhawatiran ilmiah adalah usulan untuk menghentikan pendanaan bagi satelit-satelit observasi Bumi generasi berikutnya di kedua badan antariksa tersebut. Pada proposal anggaran tahun fiskal 2026, misalnya, pemerintahan Trump mengusulkan pemotongan dana yang signifikan untuk sains kebumian NASA, yang akan menggagalkan upaya peluncuran armada satelit baru yang vital untuk memantau faktor-faktor penting seperti aerosol, awan, dan kenaikan permukaan laut.

Secara spesifik, dua misi utama yang menjadi target adalah Orbiting Carbon Observatory (OCO) -2 dan instrumen terkait di Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang secara tepat mengukur emisi dan penyerapan karbon dioksida di atmosfer. Misi-misi ini, meskipun dinyatakan “di luar misi utama mereka” oleh NASA untuk menyelaraskan dengan prioritas anggaran baru, masih berfungsi penuh dan lebih akurat daripada sistem lain yang beroperasi di dunia.

David Crisp, ilmuwan pensiunan NASA yang memimpin pengembangan OCO-2, menyebut satelit-satelit ini sebagai “aset nasional” yang harus diselamatkan. Data yang mereka kumpulkan sangat penting, misalnya, dalam mengungkap bahwa hutan hujan Amazon sebenarnya memancarkan lebih banyak karbon dioksida daripada yang diserapnya, sementara hutan boreal di Kanada dan Rusia bertindak sebaliknya. Data ini juga membantu memantau kekeringan dan memprediksi kekurangan pangan.

Dampak pada Prakiraan Cuaca dan Pemulungan Global

Kesenjangan data yang potensial tidak hanya berdampak pada penelitian iklim jangka panjang, tetapi juga pada layanan yang lebih langsung dan terlihat, seperti prakiraan cuaca. Di NOAA, rencana awal mencakup pembatalan program untuk membangun dan meluncurkan satelit cuaca baru di orbit geostasioner, yang merupakan tulang punggung upaya prakiraan cuaca AS. Selain itu, usulan tersebut mencakup penghapusan instrumen iklim pada satelit cuaca di masa depan.

Tanpa aliran data yang berkelanjutan dari satelit-satelit ini, kemampuan untuk memodelkan pola cuaca secara akurat akan terhambat. Ahli meteorologi dari NOAA mencatat bahwa tanpa data satelit yang andal, persiapan menghadapi peristiwa cuaca ekstrem—seperti badai, gelombang panas, dan banjir—dapat menjadi lebih menantang, berpotensi membahayakan nyawa dan properti.

Dilema Ilmiah dan Politik

Keputusan untuk menghentikan misi-misi ini mencerminkan skeptisisme yang konsisten dari pemerintahan Trump terhadap sains iklim dan keinginan untuk memprioritaskan agenda politik tertentu di atas konsensus ilmiah yang luas. Kritikus berpendapat bahwa pemotongan ini adalah penargetan grosir terhadap sains yang didanai secara federal dan mengirimkan sinyal bahwa AS mundur dari kepemimpinan dalam hampir setiap bidang sains.

Para ilmuwan dan pakar kebijakan telah menyuarakan keprihatinan tentang legalitas penghentian misi yang didanai oleh dana yang sudah dialokasikan oleh Kongres. Upaya untuk mendapatkan pendanaan alternatif dari mitra internasional atau sumber swasta sedang dieksplorasi, meskipun ada komplikasi hukum seputar pengalihan kendali satelit kepada entitas non-AS.

Di tengah ketidakpastian ini, beberapa entitas non-federal mengambil tindakan. California, misalnya, telah meluncurkan proyek satelit pendeteksi metana inovatifnya sendiri untuk mengisi “titik buta” yang ditinggalkan oleh ketidaktertarikan federal.

Secara keseluruhan, kekhawatiran akan kesenjangan data iklim menggarisbawahi persimpangan yang tegang antara sains, politik, dan kebijakan publik. Bagi komunitas ilmiah, kontinuitas data adalah yang terpenting untuk memantau perubahan planet kita, sementara bagi pemerintahan yang skeptis, program-program ini dilihat sebagai pengeluaran yang tidak perlu atau didorong oleh agenda. Dilema ini menempatkan masa depan pemantauan iklim global pada posisi yang rentan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *